Entri Populer

Senin, 08 November 2010

Tanaman Hias Bambu yang Cantik

Bambu lebih dikenal masyarakat Indonesia sebagai bahan bangunan, misalnya untuk plafon, tiang penyangga, dinding (bilik anyaman), atau pagar rumah. Sebagian masyarakat, terutama di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, menjadikannya sebagai bahan baku kerajinan (besek, mebel, dan aksesoris). Tahukah Anda, bambu juga bisa dijadikan sebagai tanaman hias?

TENTU
 Anda tidak percaya kalau bambu bisa dijadikan tanaman hias. Bagaimana mungkin tanaman yang tumbuh secara merumpun, dengan batang besar dan tinggi, ini layak dijadikan tanaman hias? Dengan performa tanamana seperti itu, halaman rumah justru terlihat kotor dan semerawut.

Ketidakpercayaan itu memang benar, jika jenis (spesies) yang digunakan adalah bambu biasa, yang setiap hari kita lihat. Padahal, di seluruh dunia, terdapat 1.100 spesies tanaman bambu. Dari jumlah tersebut, 65 spesies terdapat di Indonesia.
Nah, jenis bambu yang layak dijadikan tanaman hias umumnya dari China, Jepang, dan Thailand. Misalnya bambu gendang (Bambusa ventricosa), bambu jepang (Arandinaria japonica), bambu jepang variegata (Sasa fortune), bambu kuning (Phyllostachys sulphurea), bambu siam (Thyrsostachys siamensis), dan bambu pagar (Bambusa glaucescens).

Jenis-jenis itulah yang memiliki keindahan pada setiap buluh, ruas, dan batangnya. Batangnya tidak terlalu besar, bahkan tidak terlalu tinggi, sehingga memudahkan perawatan. Selain itu, daun-daun bambu hias juga dapat mempercantik taman kita. 

Harmoni Lingkungan

Untuk menentukan jenis bambu hias yang akan dipilih, kita mesti menyesuaikan dulu dengan ukuran halaman/pekarangan rumah, serta karakteristik tanaman itu sendiri. Misalnya tinggi tanaman, panjang daun, dan sebagainya. Penyesuaian amat diperlukan, jika kita meng-inginkan harmoni antara tanaman dan lingkungan rumah.
Misalnya bambu gendang yang memiliki tinggi batang hanya 1-2 meter, dengan panjang daun rata-rata hanya 18 cm. Jenis ini cocok ditanam di pekarangan sempit. 
Bambu subtropis dari China ini dikenal paling unik ketimbang jenis-jenis bambu hias lainnya. Sebab ruas-ruas batangnya menggelem-bung di bagian tengah, namun mengecil pada bagian ruasnya. Sepintas lalu mirip bentuk kendang (gendang), sehingga disebut juga bambu gendang.

Di negeri asalnya, tanaman ini dijuluki sebagai Buddha’s belly bamboo. Yang tak kalah menariknya, ruas batangnya berwarna hijau tua dan keras. Bahkan, tanaman ini sangat cocok dijadikan bonsai.

Apabila Anda memiliki pekarangan yang luas, disarankan memilih bambu jepang. Sebab tinggi batangnya mencapai lima meter, dengan panjang ruas sekitar 30 cm. Tanaman ini mudah diperbanyak dengan rimpang atau setek batangnya.

Batangnya tegak dan berwarna hijau kelabu. Percabangan muncul dari buku-buku bagian tengah, sehingga jajaran batang bisa membentuk pagar jika ditanam secara berderet. 

Sesuai dengan namanya, bambu ini berasal dari Jepang. Bambu berdaun halus ini banyak ditanam berderet di sepanjang pagar atau dinding, sehingga mengurangi kesan ’’angkuh’’ yang muncul. Meski demikian, Anda bisa juga menanam satu-dua rumpun pada satu sisi taman. 

Bambu jepang memiliki hubungan kekerabatan dengan bambu jepang variegata. Penampilannya sangat menarik, dengan bentuk daun yang variatif. Rumpunnya tumbuh rapat, dengan ukuran daun yang kecil se-hingga bisa dipangkas membulat atau bentuk lainnya. 

Sosoknya jauh lebih kecil daripada bambu jepang, sehingga lebih bagus jika ditanam tunggal pada salah satu sisi taman. Cocok pula ditaman pada halaman pekarangan yang tidak terlalu sempit maupun terlalu luas.

Bambu Kuning

Yang tak kalah menarik adalah bambu kuning. Tanaman yang berasal dari China, serta berjuluk yellow running bamboo ini memiliki warna bulu kuning emas. Batangnya juga berwarna kuning emas, sehingga bisa memberikan aksen warna pada taman atau pekarangan rumah. Percabangan tanaman muncul pada ruas-ruas di bagian atas, sehingga batangnya akan terlihat nyata.

Anda bisa menanamnya secara berderet sebagai pagar, pengarah jalan, sisi-sisi dinding, atau penghubung antargedung. Tinggi tanaman sekitar 4-9 meter, dengan diameter buluh 5-8 cm, panjang 12 cm, serta lebar 2 cm.

Thailand juga mempunyai spesies tanaman bambu hias, yang dikenal sebagai bambu siam. Sekilas, penampilannya mirip bambu jepang. Di negeri asalnya, rebung bambu siam biasa digunakan sebagai sayuran. 

Rumpun bambunya amat padat, dengan daun berukuran kecil-kecil tetapi lebat. Dengan performa seperti ini, Anda dapat membentuknya sesuai dengan selera. Biasanya, tajuk melebar seperti payung. 

Batangnya berwarna hijau keputihan, ramping, dan tegak. Bambu siam banyak ditanam di sisi dinding, baik berderet atau berkelompok. Penanaman di sisi dinding dapat mengurangi kekakuan dinding sebuah gedung/bangunan. 

Bukan hanya itu, bambu siam juga dapat berfungsi sebagai penghalang angin dan peredam suara. Tinggi batangnya 7-12 m, diameter 2-7 cm, dan panjang ruas sekitar 15 cm. Percabangan muncul pada buku bagian atas, serta diselimuti miang berwarna putih. 

Ada lagi yang disebut bambu pagar. Sesuai dengan namanya, ia ditanam berderet sebagai pagar hidup. Rumpunnya juga tumbuh rapat, dengan daun-daun yang kecil, yang bagian atasnya dapat dipangkas merata. Ruas-ruas batangnya pendek dan berwarna hijau. Nah, Anda tertarik yang mana?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar